Agents
AI Agent untuk Builder Indonesia: Mulai dari Mana
Peta praktis memilih use case agent pertama, dari research assistant sampai ops automation.
Agent pertama sebaiknya tidak terlalu ambisius. Pilih pekerjaan yang berulang, punya input jelas, output mudah dicek, dan risiko rendah.
Contoh bagus: merangkum artikel, membuat brief kompetitor, mengecek issue repo, membuat draft email, atau mengubah catatan meeting menjadi task.
Setelah agent stabil, baru tambahkan tool, memory, dan automasi. Jangan mulai dari sistem besar sebelum satu workflow kecil benar-benar berguna.
